Hukrim
Lima Jenazah Pendulang Ilegal Korban Pembantaian KKB di Yahukimo Dievakuasi
Jumat, 03 Oktober 2025 Jayapura 152 Pengunjung
Caption : Aparat gabungan TNI dan Polri berhasil evakuasi lima penambang ilegal korban pembantaian KKB
YAHUKIMO,IUSTITIA PAPUA—
Tim gabungan TNI-Polri akhirnya menemukan lima korban tambahan penyerangan
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap penambang di Kabupaten Yahukimo,
Papua Pegunungan.
Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia
akibat pembantaian KKB kini menjadi tujuh orang.
Lima korban
tewas tersebut ditemukan setelah hampir 10 hari pencarian di Distrik Seradala.
Mereka ditemukan di dua lokasi terpisah yakni, tiga orang di Kali Ahom pada
Rabu malam dan dua korban di Kali Satu pada Kamis pagi (2/10/2025).
Kelima penambang ini ditemukan dalam kondisi meninggal
dunia dengan luka bacok dan luka tembak. Lima penambang yang ditemukan
meninggal dunia yakni Marselino Lumare
Yunus Agama, Roberto Agama, Andika
Pratama dan Fikram Amiman
Selain korban
meninggal, tim gabungan TNI-Polri juga berhasil menemukan seorang penambang
dalam keadaan hidup bernama Yohanes Bouk alias Nando.
Korban ditemukan dalam kondisi sakit malaria, setelah
lima hari bersembunyi di dalam lubang di hutan tanpa makanan dan minuman.
Yohanes Bouk
segera diberikan penanganan medis awal dan langsung di evakuasi ke RSUD Dekai
untuk perawatan lebih lanjut.
Dengan
ditemukannya lima korban meninggal dan satu korban selamat ini. Total korban
meninggal dunia akibat pembantaian KKB menjadi tujuh orang. Sedangkan korban
selamat kini berjumlah lima orang.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal
Ramadhani, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi KKB.
“Kami akan kejar dan tangkap para pelaku serta
bertindak tegas secara profesional terhadap siapa pun yang terlibat dalam
kejahatan bersenjata. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan sesuai
hukum yang berlaku. Stabilitas keamanan di Yahukimo adalah prioritas utama,”
tegas Brigjen Pol Faizal. Kamis siang (2/10/2025).
Sementara Wakil
Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menambahkan masyarakat
diminta untuk tetap tenang dan tidak panik.
“Kami memahami peristiwa ini menimbulkan keresahan. Tetapi
saya tegaskan bahwa aparat keamanan
selalu hadir untuk melindungi masyarakat. Operasi Damai Cartenz berkomitmen
menjaga keselamatan setiap warga Papua,” ujar Kombes Pol Adarma.
Sebagai tindak lanjut, Satgas Ops Damai Cartenz terus
memperkuat koordinasi dengan jajaran kewilayahan, RSUD Dekai, serta membentuk
tim evakuasi gabungan guna memastikan penanganan korban maupun operasi
penegakan hukum berjalan aman, efektif, dan berkesinambungan. (redaksi)
Penulis : Editor Iustitia