Hukrim
Aksi Brutal di Sekolah Dekai, Warga Sipil Tewas Dibunuh Kelompok Bersenjata
Senin, 02 Februari 2026 Jayapura 210 Pengunjung
YAHUKIMO, IUSTITIA PAPUA
— Suasana belajar di SMP YPK Yakpesmi Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua
Pegunungan, berubah mencekam setelah terjadi aksi kekerasan yang menewaskan
seorang warga sipil di lingkungan sekolah, Senin pagi (2/1/2026).
Peristiwa tragis tersebut
terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai.
Korban diketahui bernama Daniel Datti, SE (41), warga asal Makale,
Toraja, yang saat kejadian tengah bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi
sekolah.
Berdasarkan hasil
pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala,
punggung, serta kedua lutut. Insiden ini juga disertai pengrusakan fasilitas
sekolah, di antaranya kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi, serta kaca
belakang sebuah mobil berwarna merah yang pecah akibat lemparan batu.
Keterangan saksi
menyebutkan, kejadian bermula dari suara tembakan yang terdengar dari arah
belakang sekolah. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri menuju ruang guru,
namun dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata. Salah satu pelaku
membawa senjata api rakitan panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya
merekam aksi tersebut menggunakan telepon genggam. Penyerangan terjadi di dalam
ruang guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks
sekolah.
Menerima laporan kejadian, personel Satreskrim Polres Yahukimo bersama Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti.

Jenazah korban dievakuasi ke RSUD Dekai untuk dilakukan visum. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga proyektil.
Kepala Operasi Damai
Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyampaikan duka cita
mendalam atas peristiwa tersebut dan menegaskan komitmen aparat untuk
mengungkap pelaku.
“Kami sangat berduka atas
meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang yang aman. Aparat
gabungan saat ini fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para
pelaku dan menjaga stabilitas keamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga,
menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh
masyarakat setempat pascakejadian.
“Kami memastikan guru,
siswa, dan masyarakat sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami lakukan
bersamaan dengan langkah penegakan hukum,” katanya.
Hingga kini, aparat
kepolisian masih melakukan pendalaman dan pengejaran terhadap para pelaku yang
telah teridentifikasi dan berstatus dalam penyelidikan. Aparat memastikan
situasi keamanan di wilayah Dekai tetap terkendali agar aktivitas masyarakat,
khususnya kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan dengan aman. (rls/lia)
Penulis : Editor Iustitia