logo loading

Kesehatan

BPJS Kesehatan Jayapura Perkuat Sinergi Bersama Media Dukung Keberlanjutan Program JKN

Jumat, 17 April 2026 Jayapura 37 Pengunjung

BPJS Kesehatan Jayapura Perkuat Sinergi Bersama Media Dukung Keberlanjutan Program JKN

Media Gathering BPJS Kesehatan Bersama Insan Pers di Jayapura

JAYAPURA, IUSTITIA PAPUA — BPJS Kesehatan Cabang Jayapura bersama Kedeputian Wilayah XII menggelar kegiatan Media Gathering bersama insan pers di Jayapura, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, dan media dalam mendukung transformasi kepesertaan serta keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Papua.

  Deputi Direksi Wilayah XII, Sawal Sani Tarigan, dalam sambutannya mengatakana keberhasilan Program JKN tidak hanya menjadi tanggung jawab BPJS Kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan.

  “Program JKN merupakan kerja bersama. Kolaborasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, badan usaha, serta media sangat penting agar seluruh masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan yang optimal,” ujarnya.

Kepesertaan Capai 98 Persen

  Selanjutnya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyampaikan capaian kepesertaan JKN di wilayah Papua menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

  Hingga 28 Februari 2026, cakupan kepesertaan JKN di Papua telah mencapai lebih dari 98 persen dari total penduduk, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 85,34 persen atau sekitar 4.901.664 jiwa.

  “Capaian ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan masyarakat Papua terlindungi dalam Program JKN. Namun peningkatan keaktifan peserta tetap menjadi fokus utama kami ke depan,” jelasnya.

   BPJS Kesehatan juga terus mendorong transformasi kepesertaan melalui peningkatan kemandirian masyarakat, termasuk optimalisasi segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) serta pemanfaatan fitur Rencana Pembayaran Bertahap (REHAB) bagi peserta yang memiliki tunggakan iuran.

  Dari sisi perlindungan masyarakat kurang mampu, progres reaktivasi peserta segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) hingga saat ini telah mencapai 2.706 jiwa di wilayah Papua. Selain itu, total biaya manfaat pelayanan kesehatan yang telah dibayarkan BPJS Kesehatan hingga Februari 2026 mencapai Rp.235,25 miliar.

  Sedangkan Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Jayapura, Matius Pawara, menekankan pentingnya pemutakhiran data kesejahteraan masyarakat agar bantuan iuran tepat sasaran.

“Kami terus melakukan percepatan validasi dan pemutakhiran data melalui verifikasi lapangan serta integrasi data lintas sektor, sehingga masyarakat yang benar-benar membutuhkan tetap terlindungi dalam Program JKN,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memeriksa status kepesertaan JKN melalui berbagai kanal layanan seperti aplikasi Mobile JKN, layanan PANDAWA (WhatsApp), Care Center 165, maupun layanan langsung di kantor BPJS Kesehatan.

  Hadir juga Anggota Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Provinsi Papua, Alberth Yoku, membeberkan pihaknya terus mendorong penguatan dukungan terhadap Program JKN melalui berbagai langkah strategis.

Langkah tersebut antara lain percepatan validasi data bersama Dinas Sosial, penguatan mutu layanan fasilitas kesehatan melalui pemetaan kebutuhan berbasis data, serta mendorong instansi dan badan usaha untuk mendaftarkan pekerjanya dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga memberikan apresiasi kepada media melalui penghargaan “Anugerah Media Sahabat JKN 2025” bagi media dan jurnalis dengan kontribusi pemberitaan positif dan edukatif terbanyak sepanjang tahun 2025.

Adapun penerima penghargaan tersebut adalah:

  • Juara III: Redaksipotret – Jurnalis Syahriah
  • Juara II: RRI Jayapura – Jurnalis Anggrias Rul Firmans
  • Juara I : Lintas Papua – Jurnalis Fransisca Kusuma Wardhani

 Erika menegaskan BPJS Kesehatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan keberlanjutan Program JKN di Papua.

“Peningkatan keaktifan peserta, penguatan validasi data, serta mendorong kemandirian masyarakat dalam kepesertaan menjadi fokus utama ke depan agar seluruh masyarakat dapat memperoleh perlindungan kesehatan yang optimal dan berkesinambungan,”pungkasnya. (rilis/red)

 


Penulis : Editor Iustitia