logo loading

Sekilas Papua

Bahtera Kristoforus di Dosay Diresmikan Wagub Papua

Selasa, 03 Februari 2026 Jayapura 56 Pengunjung

Bahtera Kristoforus di Dosay Diresmikan Wagub Papua

Wagub Papua Aryoko Rumaropen saat meresmikan Bahtera Kristoforus

DOSAY, IUSTITIA PAPUA— Wakil Gubernur Papua, Ariyoko Rumaropen, meresmikan Bahtera Kristoforus yang dibangun oleh Pastor John Bunay, Pr, sebagai bagian dari Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II, di Kampung Dosay, Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wagub Papua juga meresmikan Yayasan Santo Yohanes Paulus II serta melakukan penanaman pohon di area Bahtera Kristoforus sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Wagub Ariyoko menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas inisiatif Pastor John Bunay dalam membangun pusat pembinaan spiritual tersebut. Menurutnya, keberadaan Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II akan menjadi wadah penting bagi pembinaan mental dan spiritual generasi muda Papua ke depan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami memberikan apresiasi kepada Pastor John Bunay yang telah membangun Bahtera Kristoforus dan Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II ini,” ujarnya.
Pada momentum tersebut, Wagub Ariyoko juga menyampaikan ucapan profisiat atas 25 tahun Tahbisan Imamat Pastor John Bunay.
“Bapak Gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi Papua mengucapkan selamat dan sukses atas 25 tahun Tahbisan Imamat Pastor John Bunay. Semoga tetap setia melayani umat di Tanah Papua,” ucapnya.
Sementara itu, Pastor John Bunay, Pr, menjelaskan bahwa Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II dibangun setelah dirinya kembali dari kegiatan Kebangkitan Rohani (KKR) di Singapura. Ia menyebut, selama 25 tahun menjalani panggilan imamat di Tanah Papua, dirinya berkomitmen melayani umat, baik sebagai pendidik maupun gembala.
“Saya bersyukur Tuhan selalu menyertai dalam tugas panggilan ini. Melayani manusia adalah pilihan hidup saya,” ujarnya.
Pastor John menjelaskan, Bahtera Kristoforus dirancang dengan bentuk perahu pada bagian luar sebagai simbol masyarakat pesisir, sementara bagian dalamnya dibangun menyerupai honai, rumah adat masyarakat pegunungan Papua.
“Ini simbol persatuan Papua. Kita tidak memandang perbedaan suku atau wilayah,” katanya.
Ia juga menegaskan pesan damai bagi seluruh umat di Tanah Papua. “Saya sedih jika melihat orang lain menangis dan bahagia jika melihat orang lain tersenyum,” ungkapnya.
Selama 25 tahun imamat, Pastor John Bunay banyak mengabdikan diri dalam pembinaan calon imam di Keuskupan Jayapura. Ia pernah membina calon imam Projo pada 2004–2010, menjadi dosen di STFT Fajar Timur hingga 2025, serta aktif mendampingi berbagai kelompok kategorial di Keuskupan Jayapura.
Pada 2025, Pastor John dipercaya menjadi Rektor Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria oleh Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius You.
Ke depan, Pastor John berkomitmen memfokuskan pembinaan bagi awam Katolik di Tanah Papua menuju 50 tahun imamatnya.
“Menuju 25 tahun ke depan, saya ingin menyiapkan awam Katolik melalui pembinaan di Asrama Mahasiswa Katolik Tauboria dan Pusat Spiritual Santo Yohanes Paulus II serta Bahtera Kristoforus di Dosay,” tuturnya. (Rls/ode


Penulis : Editor Iustitia