Pemprov Papua
Bangun Papua Melalui Sinergi Pemerintah Daerah dan Komite Eksekutif
Rabu, 08 Oktober 2025 Jayapura 151 Pengunjung
Caption : Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Vernando Wanggai didampingi Anggota Komite Paulus Waterpauw
JAKARTA, IUSTITIA PAPUA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pembangunan di Tanah Papua melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.
Hal itu disampaikan
Gubernur Papua Matius Fakhiri dan Ketua Komite Velix Vernando Wanggai usai
dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 8
Oktober 2025.
Gubernur Matius menyampaikan rasa syukur atas
pelantikan tersebut dan menegaskan tekad untuk menjadikan momentum ini sebagai
awal kerja nyata membangun Papua yang inklusif dan berkeadilan.
“Mari bersama-sama kita membangun Provinsi Papua,
membangun Tanah Papua, untuk menjadi kebanggaan bagi bangsa dan negara
Indonesia yang kita cintai. Tentunya ke depan kami akan bergantian dengan semua
pihak, tanpa membeda-bedakan kau dari asal mana, kau agama apa, kau suku apa,
tapi kami satu, kami Papua, kami Indonesia,”ajaknya.
Lanjutnya sebagai
provinsi induk, Papua memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh bagi
daerah-daerah otonomi baru. Karena itu, pemerintah provinsi akan memperkuat
koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat program
pembangunan.
Gubernur Matius mengatakan prioritas utama
pemerintahannya adalah pembangunan Sumber Daya Manusia Papua, terutama melalui
sektor pendidikan dan kesehatan yang dinilai sebagai fondasi utama kemajuan
daerah.
“Kami akan berkoordinasi dengan kementerian dan
lembaga, serta Komite yang dibentuk Presiden, untuk mempercepat langkah-langkah
pembangunan,”tukasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Eksekutif Percepatan
Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Vernando Wanggai menyampaikan Presiden
Prabowo memberikan perhatian besar terhadap pengelolaan pembangunan di Papua
secara langsung dan terintegrasi.
“Bapak Presiden memberi komitmen yang kuat untuk
langsung menghandle, mengelola Papua. Mengelola Papua tentu di dalam agenda
yang menyeluruh, yang terintegrasi baik agenda Papua dalam konteks global, di
dalam konteks nasional, integrasi antara kebijakan lintas kementerian, private
sector maupun juga konsolidasi ke tingkat provinsi maupun kabupaten,” kata Velix.
Ditambahkannya lembaganya akan mengawal delapan agenda
besar dalam kerangka Asta Cita kontekstual Papua, yang meliputi pembangunan
politik, ekonomi, infrastruktur, dan pemerintahan.
Selain itu, Velix juga menjelaskan lembaga baru yang
memiliki anggota dengan latar belakang beragam, juga akan mengurus terkait
dengan beragam aspek sosial budaya mulai dari olahraga, kesetaraan gender,
hingga ekonomi kreatif untuk pembangunan papua.
“Negara harus hadir menyentuh saudara-saudara kita di
pantai, pegunungan, pedalaman, hingga rawa-rawa agar semua merasakan kehadiran
negara,” tuturnya.
Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus
Papua akan berperan sebagai jembatan koordinasi antara pemerintah pusat dan
enam provinsi di Tanah Papua, memastikan seluruh program pembangunan berjalan
sinergis dan membawa dampak nyata bagi masyarakat Papua. (rilis/redaksi)
Penulis : Editor Iustitia