logo loading

Polkam

Dapat Catatan Khusus MURI, Parade 6.400 Peserta Penabuh Tifa Terima Sertifikat

Selasa, 09 Agustus 2022 198 Pengunjung

BIAK (IUSTITIA PAPUA) - Parade 6.400 peserta penabuh tifa yang dilaksanakan menyambut semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-77 di Kabupaten Biak Numfor. 

Parade itu mendapat catatan khusus dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Selasa (9/8) 

Parade yang melibatkan 6.400 orang penabuh tifa itu ditandai dengan penyerahan sertifikat rekor MURI.

Sertifikat diserahlan oleh Direktur Operasional  MURI, Yusuf Ngadri  kepada Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, di Hanggar Lanud Mahuhua.

Penyerahan rekor MURI itu dilakukan bersamaan dengan pembukaan pameran pembangunan dan UMKM beserta peringatan Hari Masyarakat Adat Sedunia.

Penyerahan rekor MURI itu disaksikan oleh ribuan warga dan jajaran undangan yang hadir, baik dari perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun dari Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.

Usai menerima rekor MURI, Bupati Herry Ario Naap mengatakan, Tifa karya budaya yang sudah bertransformasi menjadi simbol jati diri, memberi identitas dan memperkuat relasi masyarakat di Papua yang terbuat dari kayu.

Bupati Herry mengatakan, Tifa merupakan hasil karya seni yang ekspresif hingga kini digunakan sebagai pengiring tarian dan nyanyian.

Lanjut dia, serta proses ritual yang sakral oleh masyarakat Papua dan khususnya masyarakat Biak Numfor.

“Melalui parade hari ini akan membangkit semangat bersama dalam melestarikan budaya sebagai kearifan lokal,”kata Bupati Herry melalui rilis pers yang diterima Iustitia Papua,Selasa.

Sebelumnya, Bupati Herry  melepas parade menabuh tifa di Lapangan Gelanggang Cenderawasih sebelum finish di Hanggar Lanud Mahuhua.

"Hari ini kami berterima kasih di izinkan menyaksikan penabuhan tifa oleh peserta sebanyak 6.400 peserta,"ujarnya.

"Oleh karena itu MURI Indonesia mencatat sebagai rekor dunia MURI. Terima kasih kepada para pemilik tifa yakni masyarakat Biak Numfor,”katanya.

Melalui momentum itu, Bupati Herry menyebut parade menabuh tifa bakal menjadi agenda rutin setiap tahun dan diupayakan akan terus ditingkatkan jumlah pesertanya.

“Kedepan upaya-upaya pelestarian budaya atau kearifan lokal akan menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Biak Numfor,"ujarnya.

"Khusus untuk parade menabuh tifa diupayakan peserta akan lebih banyak lagi di 2023 mendatang,”tambah Bupati Herry.(Redaksi)

Penulis : Redaksi Iustitia Papua