logo loading

Polkam

Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama Kabupaten Keerom Resmi Terbentuk

Rabu, 10 Agustus 2022 231 Pengunjung

KEEROM (IUSTITIA PAPUA) - Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama di Kabupaten Keerom secara resmi terbentuk

Forum itu terbentuk ketika digelar penguatan moderasi beragama di kalangan pemuda, di Arso, Kabupaten Keerom, Selasa (9/8).

Wadah pemersatu pemuda yang disingkat Forkom Pelita itu bisa terbentuk setelah Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Keerom menginisiasi seminar.

Seminar itu melibatkan para pimpinan dan pengurus Ormas kepemudaan dari semua agama.

Tujuan di bentuknya forum tersebut adalah merangkul kalangan millenial agar turut aktif dan peduli membantu tugas-tugas FKUB dalam menjaga dan merawat kerukunan antar umat beragama di kabupaten yang berbatasan dengan negara Papua New Guinea (PNG) itu.

Wakil Bupati Keerom Wahfir Kosasih dalam sambutannya mengapresiasi FKUB Kabupaten Keerom yang memprakarsai pembentukan Forum Komunikasi Pemuda Lintas Agama (Forkom Pelita) dan penguatan moderasi beragama di kalangan pemuda.

"Atas nama pemerintah saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua FKUB dan jajarannya yang telah memprakarsai kegiatan ini,"kata Wabup Wahfir melalui rilis pers yang diterima, Rabu.

"Setelah terbentuknya forum ini, saya berharap terus di bina agar supaya forum ini nantinya benar-benar eksis.

Apa yang telah dilakukan FKUB ini sangat luar biasa,"ujarnya. Usai menyampaikan sambutan, Wabup Wahfir membuka kegiatan seminar yang mempersatukan semua tokoh pemuda lintas agama di kabupeten tersebut.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Keerom H. Nursalim Arrozy mengatakan tentang urgensi penguatan moderasi beragama di kalangan pemuda, sehingga dirasa perlu didorong untuk membentuk suatu wadah yang mempersatukan kalangan pemuda lintas agama.

"Saya melihat sejauh ini para pemuda kita kurang pro aktif dan cenderung apatis terhadap kerukunan umat beragama,"katanya.

"Hal ini tentu bukan mutlak kesalahan pemuda namun juga kurangnya para tokoh agama untuk merangkul mereka dan memberdayakan mereka,"ujarnya.

Nursalim mengaku bersama-sama dengan rekan-rekan pengurus FKUB berinisiatif untuk membuat Forkom Pelita ini sebagai wadah para generasi lintas agama juga sebagai underbow FKUB.

"Alhamdulillah kita lihat semangat mereka hari ini, antusias mereka dalam mengikuti kegiatan ini,"kata Nursalim.

"Saya juga mengajak semua pihak untuk mendukung forum ini. Kepada para pemuda dan pemudi yang telah tergabung dalam Forkom Pelita, saya harapkan terus bersemangat memberikan kontribusi terbaik bagi daerah ini melalui wadah ini,"ujarnya.

"Kedepan, kalian yang akan menjadi penerus estafet perjuangan kami di FKUB," katanya.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Moses Gamai mengapresiasi kegiatan tersebut.

"Ini langkah yang sangat luar biasa dari FKUB Kabupaten Keerom,"ujarnya.

Dia mengatakan kali pertama pemuda lintas agama berkumpul mendiskusikan kerukunan antar umat beragama.

"Peristiwa hari ini akan tercatat dalam sejarah. Saya angkat topi untuk FKUB," kata Moses.

Kapolres Keerom AKBP. Christian Aer menyampaikan materi tentang pentingnya peran pemuda dalam menciptakan kerukunan dalam keberagaman.

Sebelum di lakukan pembentukan pengurus Forkom Pelita di dahului dengan seminar penguatan moderasi beragama dengan narasumber Wakil Bupati Keerom Drs. H. Waghfir kosasih.

Selanjutnya, Kepala Kantor Kementerian agama Moses Gamai, Kapolres Keerom AKBP. Christian Aer, dan Ketua FKUB Kabupaten Keerom KH. Nursalim Arrozy.

Dalam pembentukan Pengurus Forkom Pelita, terpilih sebagai Ketua Benny Fonataba, Wakil ketua Pdt. Andreas Wakur, Wakil Ketua Putu Swastika,

Kemudian, Sekretaris Sigit Widodo, AMG, Sekretaris II Ronaldo Wambea, Bendahara Wahyu Putri Mardi, Wakil Bendahara Atemina Togotly.

Pengurus inti tersebut akan melengkapi struktur organisasi untuk kemudian di terbitkan SK oleh FKUB Kabupaten Keerom sebagai founding Forkom Pelita.

Setelah terbit SK akan di kukuhkan kepengurusannya oleh FKUB kemudian dijadwalkan bakal dilakukan deklarasi pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan RI Ke 77 mendatang.

FKUB Keerom juga tengah mencanangkan kampung kerukunan di kabupaten tersebut

Ketua FKUB Kabupaten Keerom H. Nursalim Arrozy menyebut banyak daerah lain yang belajar kerukunan dari tapal batas di daerah ini.

Lanjut dia, konsep kampung kerukunan ini sudah pernah disampaikan di berbagai seminar bahkan hingga sampai di perguruan tinggi di luar Papua.

"Mari kita terus bergandengan tangan untuk menjaga harmoni kehidupan beragama,"tambah Nursalim.(Redaksi)


Penulis : Redaksi Iustitia Papua