logo loading

Metro

‎Kapolresta Jayapura : Waspadai Informasi Hoax Yang Tidak Sesuai Fakta di Media Sosial ‎‎

Selasa, 30 September 2025 Jayapura 139 Pengunjung

"Dengan adanya beberapa flyer atau informasi yang viral namun tidak benar, kami pihak Kepolisian menghimbau kepada para admin group di media sosial kiranya dapat memproteksi dan miliki SOP untuk sebuah informasi dengan meyakinkan kebenaran kapan dan dimana kejadiannya info tersebut sesuai dengan fakta yang ada,”tegasnya.

JAYAPURA,IUSTITIAPAPUA – Maraknya informasi di media sosial terkait aksi begal yang belakangan ini mendapat perhatian serius dari pihak Kepolisian. Polresta Jayapura Kota menegaskan bahwa tidak semua informasi yang beredar benar adanya.

‎Seperti foto kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan alternatif dekat kolam buaya Entrop pada Minggu sore (28/9/2025).  Namun dinarasikan sebagai korban begal dan sempat viral sehingga menjadikan masyarakat panik menyikapi informasi tersebut.

‎Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, saat ditemui di Abepura, Selasa (30/9/2025).

‎ Dijelaskannya terkait tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) dalam bulan ini sebanyak 16 laporan polisi yang dilaporkan, satu diantaranya telah berhasil diungkap. Sementara lainnya masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Opsnal.

"Dari 16 kejadian curas yang terjadi, hanya ada 2 kasus yang menggunakan kekerasan yakni penganiayaan dan pengrusakan terhadap kaca mobil, selebihnya modusnya yaitu merampas atau menarik barang berharga milik korbannya," ungkap mantan Kapolres Jayapura itu.

Rutin Patroli

Sementara  untuk peningkatan patroli, pihaknya bersama jajaran telah intens melakukannya baik di siang maupun malam hari.

‎"Untuk pelaksanaan patroli, di jajaran Polresta ada pelaksanaan patroli estafet, dimana teknisnya dilakukan dengan mengestafetkan sebuah buku mutasi yang didalamnya berisikan pelaksanaan patroli, yang kemudian diserahkan dari Polsek ke Polsek hingga Polresta maupun sebaliknya. Pelaksanaannya berlangsung dari malam hingga pagi hari,"bebernya.

 Kedepannya pihaknya akan mengevaluasi pelaksanaan patroli estafet yang sudah berjalan berdasarkan jam kejadian peristiwa pidana curas yang terjadi.

‎ Saat disinggung adanya informasi penemuan mayat di seputaran Buper Waena yang sempat viral, Kapolresta menegaskan hal tersebut tidak benar.

Tidak ada ditemukan jasad atau mayat seperti yang diberitakan di media sosial. Untuk itu pihaknya menegaskan kepada admin-admin di media sosial agar lebih bijak dalam mengupload informasi.

‎"Dengan adanya beberapa flyer atau informasi yang viral namun tidak benar, kami pihak Kepolisian menghimbau kepada para admin group di media sosial kiranya dapat memproteksi dan miliki SOP untuk sebuah informasi dengan meyakinkan kebenaran kapan dan dimana kejadiannya info tersebut sesuai dengan fakta yang ada,”tegasnya.

 Pernyataan Kapolres ini sekaligus sebagai klarifikasinya terkait maraknya info begal, yang akhir-akhir ini viral di media sosial. Namun beberapa tidak sesuai dengan fakta yang ada. (lia)


Penulis : Editor Iustitia