Sekilas Papua
Sidang Pleno III Sinode Keuskupan Jayapura Bahas Arah Dasar Misi Gereja di Tanah Papua
Rabu, 04 Februari 2026 Jayapura 51 Pengunjung
JAYAPURA,IUSTITIA PAPUA – Sidang Pleno III Sinode Keuskupan Jayapura
yang berlangsung di Aula BPSDA pada Rabu (4/2/2026) menyoroti presentasi
kelompok terkait arah dasar misi Gereja di tengah masyarakat Papua. Persidangan
hari ketiga ini mengusung agenda utama pemaparan hasil diskusi kelompok
mengenai berbagai misi strategis Gereja.
Sidang dipimpin oleh RP. Konstantinus Bahang selaku
moderator. Dalam arahannya, ia menjelaskan teknis presentasi kelompok yang
dilengkapi dengan tanggapan forum serta masukan dari tiga pengamat, yakni
Theodorus Kosay (antropologi), Budi Hermawan (sosial), dan RP. Fransiskus
Zaverius Maria Deidhae (teologi).
Tiga tema utama yang dipresentasikan meliputi upaya
mewujudkan Gereja misioner di tengah masyarakat Papua, membangun Gereja yang
solider dan terlibat dalam kehidupan sosial, serta menata persekutuan Gereja
yang berorientasi pada karya misioner. Seluruh bahan yang dipaparkan merupakan
hasil diskusi kelompok kecil yang sebelumnya telah disiapkan oleh tim sinode
dan kemudian diperkaya dengan usulan dari forum serta para pengamat.
Proses persidangan berlangsung tertib dan lancar,
ditandai dengan pengelolaan waktu yang baik serta tanggapan yang relevan dari
peserta. Tidak terdapat keputusan atau kesepakatan resmi pada sidang pleno ini,
karena fokus utama berada pada proses sosialisasi dan pembobotan bahan sinode.
Rangkaian kegiatan hari ketiga ditutup dengan Perayaan
Ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Emanuel Weakti Kossay dari Dekenat
Pegunungan Bintang. Dalam homilinya, ia menekankan pentingnya iman dan
kepercayaan kepada Tuhan selama proses sinode, seraya mengajak peserta untuk
memiliki kerendahan hati serta kesediaan mendengarkan suara Allah melalui
refleksi bersama.
Secara sinodal, persidangan hari ketiga berlangsung
dalam suasana terbuka dan partisipatif. Beberapa usulan tambahan dari forum dan
pengamat diterima sebagai bagian dari penyempurnaan bahan sinode, tanpa banyak
perubahan mendasar.
Sidang pleno ini juga menegaskan arah discernment
bersama, yakni keterbukaan Gereja untuk menerima masukan seluruh peserta
sebagai bagian dari bimbingan Roh Kudus. Dari sisi pastoral, hasil pembahasan
sinode diharapkan mampu menjawab kebutuhan nyata umat di Keuskupan Jayapura.
Sebagai catatan strategis, peserta diharapkan
mendalami bahan sinode secara lebih mendalam pada persidangan berikutnya guna
menghindari pengulangan pembahasan dan memperkuat proses pengambilan keputusan.
Sinode hari ketiga ini menjadi momentum penting dalam
pembobotan bahan sinode sebagai arah dasar kehidupan Gereja Keuskupan Jayapura,
sekaligus meneguhkan komitmen Gereja untuk terus berjalan bersama dalam
semangat sinodalitas. (rls/lia)
Penulis : Editor Iustitia