Sekilas Papua
OPD Pemkot Jayapura Diminta Cepat Realisasi Penyerapan APBD 2025
Senin, 08 Desember 2025 Jayapura 172 Pengunjung
Caption : Wakil Walikota Jayapura Rustan Saru saat memberikan arahan kepada ASN Pemkot Jayapura di Apel pagi
JAYAPURA, IUSTITIA PAPUA - Jelang akhir tahun anggaran, Wakil Wali Kota
Jayapura, Rustan Saru, mengingatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) untuk mempercepat realisasi penyerapan APBD 2025. Hal itu disampaikan saat
menjadi Inspektur Upacara pada apel gabungan di lingkungan Pemerintah Kota
Jayapura, Senin (8/12/2025).
Dalam arahannya, Rustan Saru menegaskan batas akhir
penutupan anggaran (closing anggaran) pertengahan Desember, tinggal 2 minggu
lagi. Sementara hingga saat ini, realisasi anggaran yang tercatat dalam Sistem
Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) baru mencapai mencapai 77,5 persen.
“Masih ada 22,5
persen anggaran yang belum terserap. Pertanyaannya, bisa atau tidak 22,5 persen
ini terserap dalam waktu tersisa, yang tidak sampai 2 minggu. Dengan
efektivitas kerja yang tersisa,”tanyanya.
Saat ini yang
menjadi masalah paling berat adalah penyerapan belanja modal yang baru mencapai
53 persen, sehingga menjadi fokus utama untuk dipercepat. Pasalnya Pemerintah
pusat juga disebut sedang memonitor ketat realisasi APBD daerah 2025, termasuk
Kota Jayapura.
Rustan
menegaskan apabila penyerapan anggaran tidak optimal dan akhirnya dikembalikan,
maka Pemerintah Kota Jayapura akan dinilai gagal dalam efektivitas penggunaan
anggaran daerah.
“Semestinya di bulan Desember ini kita tinggal
menyusun laporan, mengecek kualitas pekerjaan. Apakah sudah baik dan aman, bukan justru masih bekerja keras. Kita akan
menghadapi hari raya tetapi pekerjaan masih menumpuk. Ini harus dipacu,”tukasnya.
Wakil Wali Kota juga menyoroti rendahnya penyerapan
dana kampung serta belanja modal masih kurang. Untuk itu dirinya meminta kepada
para Kepala Dinas, Kepala Badan, Para Kepala Distrik, Lurah, Kepala Puskesmas,
Kepala Kampung, PPTK, hingga mitra pelaksana seperti konsultan dan kontraktor
untuk bekerja lembur dan lebih serius menyelesaikan pekerjaan.
“Pekerjaan
harus optimal, tidak bisa tidak. Kepala OPD harus memonitor langsung. Kalau
sampai kita gagal, ini menjadi koreksi bersama,”tukasnya.
Kepada seluruh
perangkat pemerintah untuk meningkatkan koordinasi internal serta mempercepat
progres pekerjaan fisik maupun administrasi sebelum batas closing anggaran
berakhir pada pertengahan Desember 2025. (lo/ded)
Penulis : Editor Iustitia