logo loading

Hukrim

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Empat Terduga Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Boven Digoel

Selasa, 17 Februari 2026 Jayapura 54 Pengunjung

Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 Amankan Empat Terduga Pelaku Penembakan Pilot Smart Air di Boven Digoel

Bandara Korowai Batu tempat insiden penembakan pesawat dan ditembaknya dua pilot Smart Air

BOVEN DIGOEL, IUSTITIA PAPUA – Aparat gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 berhasil mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penembakan terhadap dua pilot pesawat perintis maskapai Smart Air di Bandara Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel.
Penindakan dilakukan secara terukur dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa langkah penegakan hukum dilakukan berdasarkan alat bukti dan hasil penyelidikan di lapangan.
“Korban dalam rangkaian kekerasan ini adalah warga sipil, mulai dari pilot hingga pekerja sipil. Negara tidak boleh kalah oleh teror. Penegakan hukum kami lakukan secara profesional, terukur, dan berbasis alat bukti,” tegasnya, Senin (16/2/2026).
Dalam dua hari terakhir, aparat mengamankan empat orang terduga pelaku. Dua di antaranya berinisial GW dan EH yang telah dipastikan terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan. Sementara dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik.
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa identifikasi pelaku dilakukan berdasarkan keterangan saksi, penumpang yang selamat, serta hasil verifikasi data di lapangan.
“Yang kami amankan adalah pihak-pihak yang teridentifikasi berdasarkan bukti. Klaim bahwa mereka warga sipil biasa adalah narasi yang tidak berdasar. Faktanya, korban dari aksi kekerasan ini justru masyarakat sipil,” ujarnya.
Selain penangkapan terduga pelaku, aparat juga memperketat pengamanan di sekitar Bandara Korowai Batu yang merupakan salah satu akses vital transportasi udara di wilayah tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta menjamin keamanan masyarakat dan aktivitas penerbangan perintis di kawasan pedalaman Papua. (rls/red)


Penulis : Editor Iustitia