Sekilas Papua
Situasi di Kabupaten Yalimo Perlahan Mulai Kondusif
Jumat, 19 September 2025 Jayapura 294 Pengunjung
JAYAPURA, IUSTITIAPAPUA - Situasi
di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, dilaporkan aman dan terkendali
pasca-kerusuhan yang terjadi pada Selasa, (16/9/2025).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menjelaskan
aparat keamanan dan pemerintah setempat berhasil mengendalikan kondisi,
terutama di ibukota Yalimo, Kota Elelim.
"Situasi saat ini aman terkendali, sudah dapat
dikendalikan oleh aparat keamanan beserta aparatur pemerintah yang ada di
Kabupaten Yalimo," kata Kombes Pol Cahyo, Jumat (19/9/2025).
Polres Yalimo, yang didukung oleh Brimob, sedang
melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyisiran di beberapa titik
untuk memastikan tidak ada lagi korban.
Korban Jiwa dan Luka
Dirinya merinci jumlah korban akibat kerusuhan
tersebut. Terdapat 9 korban luka dari aparat gabungan TNI dan Polri, serta 18
korban luka dari masyarakat sipil.
Semua korban luka saat ini dirawat di tiga rumah
sakit, yaitu RSUD Yalimo, RSUD Wamena, dan RS Bhayangkara di Jayapura.
"Menurut laporan dari Polres Yalimo, korban
meninggal ada satu warga sipil dan satu korban hilang atas nama Daeng,"
imbuhnya.
Kerusuhan ini juga menyebabkan kerugian material yang
signifikan.
Kombes Pol Cahyo menyebutkan puluhan bangunan,
termasuk rumah, toko, dan kios, serta dua kantor distrik dan beberapa kantor
dinas terbakar. Selain itu, enam asrama Polres dan satu asrama perwira Polres
Yalimo juga ludes dilalap api.
" Satu unit mobil operasional rusak berat, satu
pos TNI terbakar, serta puluhan kendaraan bermotor dan alat berat di area
proyek nasional juga hangus terbakar,”ungkapnya.
Tercatat sekitar 300 warga mengamankan diri di Polres
Yalimo dan Polsek Elelim. Sementara itu, 500 pengungsi lainnya sudah terdata di
Polres Jayawijaya, setelah memasuki Kota Wamena dalam tiga gelombang. Puluhan
pengungsi juga dilaporkan sudah tiba di Jayapura menggunakan 11 unit truk.
Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap
menjaga situasi kondusif.
“Jangan terpengaruh oleh provokasi, berita bohong, dan ujaran kebencian yang disebar melalui media sosial oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,"pesannya. (julia)
Penulis : Editor Iustitia