Kesehatan
Tanpa Keluarkan Biaya,Keluarga Katharina Terbantu JKN Saat Berobat di RSJ Abepura
Senin, 06 Oktober 2025 Jayapura 109 Pengunjung
JAYAPURA, IUSTITIA PAPUA
- Program
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan kembali menunjukkan
manfaatnya bagi masyarakat. Tidak hanya dari segi biaya, tetapi juga dalam
memberikan ketenangan dan harapan bagi keluarga pasien.
Salah satu apresiasi
datang dari Katharina Sikoway, seorang Pegawai Negeri Sipil asal Jayapura yang
keluarganya sudah lima tahun menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ)
Abepura menggunakan BPJS Kesehatan.
Katharina dalam kunjungannya untuk pengambilan
obat kontrol menyampaikan pengalamannya mendampingi anggota keluarganya yang
menjalani pengobatan di RSJ Abepura. Meski hanya sebagai pendamping, dirinya secara
aktif terlibat dalam proses perawatan keluarganya dan menyaksikan langsung
bagaimana layanan yang diberikan oleh rumah sakit.
“Pelayanan di sini bagus,
mulai dari dokter, mantri, suster, pelayanannya bagus. Petugasnya profesional
juga karena bisa menangani pasien dengan gejala yang berbeda-beda,” pujinya.
Senin (6/10/2025).
Selama lima tahun
keluarganya berobat, seluruh biaya pelayanan kesehatan ditanggung oleh BPJS
Kesehatan tanpa sedikit pun menggunakan dana pribadi.
“Saya merasa tenang
karena pelayanannya mulai dari dokter, mantri, suster, mereka melayani bagus,
sangat membantu sekali,” ucapnya.
Terhitung sudah lima
tahun dirinya menemani anaknyz untuk berobat dan kontrol ke RS Abepura. Setiap
tindakan dan obat yang diberikan oleh dokter seluruhnya ditanggung JKN.
“Jika tidak ada program
ini saya rasa akan berat rasanya, karena dulu saya coba bertanya ke beberapa
rekanan untuk biaya dokter atau psikiater cukup mahal, dan puji tuhan ternyata
kesehatan jiwa juga ditanggung,”akunya.
Sebelumnya terdaftar di Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama (FKTP) Puskesmas Twano di Entrop, juga menginformasikan dirinya
telah mengajukan pindah ke Puskesmas Hamadi demi kemudahan akses layanan.
Meski kunjungan kali ini bukan untuk pengobatan pribadi, ia tetap
mengapresiasi sistem rujukan yang berjalan baik dan memudahkan masyarakat.
Secara terpisah Kepala BPJS
Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo menegaskan komitmen pihaknya
akan terus berupaya memastikan setiap peserta mendapatkan layanan kesehatan
yang bermutu tanpa terkendala biaya.
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang merasa
terdiskriminasi atau terbebani saat menghadapi masalah kesehatan. Terlebih lagi
untuk layanan kesehatan jiwa, yang seringkali tidak menjadi prioritas karena
kurangnya pemahaman dan biaya yang mahal. Namun, berkat JKN tantangan tersebut
bisa terjawab karena masyarakat bisa mengakses layanan kesehatan jiwa dengan
mudah dan gratis ,”tegasnya.
Sebagai upaya menjaga mutu layanan, Hernawan mengungkapkan BPJS Kesehatan
aktif melakukan monitoring dan evaluasi bersama fasilitas kesehatan. BPJS
Kesehatan selalu memastikan indikator kepatuhan fasilitas kesehatan terhadap
standar mutu yang telah ditetapkan.
”Kami juga mengimbau kepada peserta untuk terus memperbarui data
kepesertaan, termasuk pemilihan faskes agar akses ke pelayanan kesehatan lebih
mudah dijangkau. Selain itu, jangan ragu untuk melaporkan kendala melalui kanal
resmi BPJS Kesehatan, bisa melalui Aplikasi Mobile JKN, WhatsApp resmi BPJS
Kesehatan atau PANDAWA, atau jika di rumah sakit bisa ke petugas BPJS SATU,”paparnya.
BPJS Kesehatan telah bertransformasi dengan memanfaatkan peluang kemajuan
teknologi dan persebaran informasi. Ia menambahkan saat ini persebaran
informasi memiliki peranan yang penting sebagai media informasi dalam
mengedukasi masyarakat terkait program
JKN.
”Seperti yang dialami Katharina, belum banyak yang mengetahui bahwa
ternyata gangguan jiwa atau kesehatan mental bisa ditanggung oleh BPJS
Kesehatan. Oleh karena itu, kami terus berupaya untuk meningkatkan media
publikasi sebagai sarana edukasi kepada peserta JKN, baik melalui pemberitaan,
sosial media, maupun pemberian informasi secara langsung kepada peserta JKN,”tandasnya.
(yose)
Penulis : Editor Iustitia